Jumat, 21 Januari 2011

PEMBERDAYAAN BAKTI SOSIAL DI DESA KLAMPAR PAMEKASAN


BAB I

PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Berangkat dari haditz Nabi Muhammad SAW “ Kebersihan adalah sebagian dari Iman” dan hasil Opservasi yang kami lakukan disekitar tempat kami KKN yang terletak di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Dimana kami jarang menemukan Bakti Sosial sama sekali terutan yang berhubungan dengan halayak orang banyak, akan tetapi kalau yang berhubungan dengan masalah kedunian tidak ragukan lagi artinya bakti social yang berbau keduniaan sudah terbiasa, contohnya ketika ada penen tembakau mereka berbondong-bondong untuk saling membantu akan tetapi kalau masalah lingkungan mereka tidak memperhatikan sama sekali.

Untuk menyeimbangkan dengan Bakti Sosial dalam segala bidang maka kami berencana akan mengadakan penyuluhan yang nantinya akan melibatkan masyarakat dan tokoh masyakat yang nantinya diharapakan akan menjadi kebiasaan melakukan bakti social terutama didaerahnya masing-masing. Hal ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah karena walau tidak diakui, ini merupakan salah satu kewajiban pemerintah guna membiasakan hidup sehat.
Dalam masalah bakti sosial ini pemerintah masih belum menjangkau keplosok desa terutama di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan yang tergolong daerah tertinggal, oleh sebab itu tidak ada salahnya kami peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan Tahun Akademik 2010 mengangkat masalah ini agar ada perhatian khusus dari berbagai elemen baik masyarakat maupun pemerintah.
Maka dengan latar belakang yang telah kami sampaikan akan menjadi acuan guna membantu program kami demi majunya suatu daerah yang berkehidupan bersih dan sehat.




B.     PERMASALAHAN
Ada beberapa permasalahan yang kami temukan dilapangan yang menjadi penghalang terciptanya bakti sosial diantanya:
1.      Kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan
2.      Masyarakat selalu disibukkan dengan pekerjaan yang tidak menentu sehingga sulit untuk mengadakan bakti sosial
3.      Tidak adanya himbauan/penyuluhan tentang apa arti dari kebersihan
4.      Masyarakat mempunyai anggapan bahwa bakti sosial merupakan pekerjaan yang tidak ada selesainya dan dianggap merugikan karena merasa meninggal pekerjaan yang menguntungkan yaitu meninggalkan penghasilan mereka setiap harinya, terbukti ketika kami mengadakan sosialisasi kepada salah satu masyarak untuk di ajak mengadakan pembersihan dipinggir jalan yang dengan membabat semak belukar.
5.      Ada sebagian Masyarakat memang membiarkan, dengan alasan agar cepat dibantu oleh Instansi Pemerintah.

C.    TUJUAN, MANFAAT DAN DAMPAK
c.1.  Tujuan
Dengan diadakannya pemberdayaan bakti sosial nanti saya menghap terjadinya:
1.      Masyarakat yang berkehidupan sosial
2.      Membiasakan hidup bersih dan sehat
3.      Timbulnya sifat saling menghargai dan saling menjaga satu sama lainnya
4.      Rasa saling memiliki sehingga akan terjadi kehidupan yang aman dan tentram
c.2.  Manfaat
Ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil dalam bakti sosial ini diantaranya:
1.      Akan menumbuhkan sifat gotong royong dan saling membatu antar sesame yang hal ini merupakan harapan orang banyak
2.      Menambah hubungan kebersamaan yang semakin kuat
3.      Bersih/terhindar dari penyakit karena lingkungan sudah terhindar dari kotoran-kotoran yang menyebabkan timbulnya penyakit
4.      Akan terasa kerasan dalam berkehidupan karena merasa enak dalam bertempat tinggal apalagi ketika ada tamu dari luar sehingga tidak merasa malu dengan keadaan lingkungannya


c.3.  Dampak
Sesudah kami melakukan percobaan melakukan Bakti Sosial tepatnya diminggu pertama di sekitar Masjid Raudlatul Hasanah Desa Klampar, masyarakat menyambut dengan baik terutama tokoh masyarakat. Dia merasa bangga dengan kedatangan peserta KKN karena kebersihan selalu terjaga namun hal ini tidak melibatkan masyarakat.
Agar supaya tertanam solidaritas dan sifat sosial yang tinggi maka kami akan berinisiatif untuk mengadakan bakti sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat karena di anggap mempunyai dampak positif. Dan masyarakat sangat antusias dalam hal ini.


BAB II

PEMBAHASAN

A.    RENCANA KEGIATAN
Setelah kami mengadakan survie kebeberapa jalan raya, tempat ibadah dan lembaga pendidikan maka kami mempunyai rancangan kegiatan diantaranya:
1.      Mengadakan Sosialisi/Penyuluhan Tentang pentingnya kebersihan
2.      Membentuk Kelompok Bakti Sosial
3.      Pembagian tugas yang diurut mengikuti jadwal
4.      Mengadakan Bakti Sosial secara umum yang dilakukan setiap satu bulan sekali

B.     BENTUK KEGIATAN
Agar kegiatan berjalan secara terus menerus maka diperlukan pembentukan kegiatan, namun hal ini bukan merupakan ketentuan secara paten yaitu bisa berubah-rubah sesuai dengan kebutuhan misalkan:
a.       Menjadwal Peserta Didik/Santri disetiap lembaga, mungkin ini sudah menjadi kebiasaan atuu sudah menjadi kewajiban
b.      Mengadakan pembabatan semak belukan yang berada disekitatar jalan raya hal ini bisa dilakukan setiap bulan yang melibatkan elemen masyarakat yang dimotori oleh aparatur desa (Pamong).
c.       Menjadwal REMAS yang sudah terbentuk ini khusus tempat ibadah (Masjid)

C.    TAHAPAN KEGIATAN
Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan yang dijadikan beberapa bagian diantaranya:
a.       Tahapan/Bagian Pelajar
Dalam tahapan ini sudah kita ketahui semua bahwa bakti sosial sudah terjadwal setiap hariya dan khusus hari minggu itu dilakukan secara bersamaan dan ini tidak menjadi ketetapan sesuai dengan kebutuhan.
b.      Tahapan/Bagian Remas
Sudah kita ketahui bersama tentang tugas-tugas dari pada remas yaitu salah satunya harus menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah/masjid utamanya pada hari Jum’at karena pada waktu itu masyarakat banyak yang berdatangan untuk melakukan ibdah shalat jum’at

c.       Tahapan/Bagian Ormas
Untuk bagian ini membutuhkan semangat yang tinggi terutama aparatur desa yang selalu berkecipung dalam masalah kemasyarakatan, dan kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat baik pelajar, tokoh masyarakat maupun aparatur desa itu sendiri karena hal ini menyangkut orang banyak artinya selurut rakyat yang ada di daerah itu sendiri.


BAB III

PENUTUP

Berangkat dari permasalahan yang terjadi sesuai dengan apa yang sudah kami sampaikan pada pokok permasalahan dan latar belakang diantaranya kurangnya perhatian masyarakat terhadap kebersihan, anggapan-anggapan yang tidak dibenarkan dalam kehidupan bersosial dan lain sebagainya maka saya mengadakan pemberdayaan bakti sosial yang dikemas dalam beberapa bagian dengan tujuan agar masyarakat terbiasa dalam melakukan bakti sosial.



RENCANA ANGGARAN PENDANAAN

1.      Pengadaan Penyuluhan
a.       Kesektariatan
b.      Biaya Pemateri Dan Transport
@ Rp. 100.000/Org X 2 Orang
c.       Sound System
d.      Konsumsi
Total
2.      Peralatan-Peralatan
  1. Sapu @ Rp. 12.000 X 4/Lbg X 16 Lbg
  2. Celurit Pembabat Semak @ Rp. 7.500 X 100 Buah
  3. Cangkul @ Rp. 65.000 X 25 Buah
  4. Lain-Lain
Total
TOTAL KESELURUHAN

Rp.    125.000,00

Rp.    200.000,00
Rp.    350.000,00
Rp.    500.000,00
Rp. 1.175.000,00

Rp.    768.000,00

Rp.    750.000,00
Rp. 1.625.000,00
Rp. 1.000.000,00
Rp. 4.143.000,00
Rp. 5.318.000,00
Terbilang:
(Lima Juta Tiga Ratus Delapan belas Ribu Rupiah)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda, kita sharing bersama ......!!! Sertakan Web, Blog, Facebook Atau Jejaring lainnya......!!!! Thaks Before .......

Template by : dinQari it-punya.blogspot.com